web page hit counter
Kamis, 3 April 2025
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Peran Gereja Katolik dalam Mendukung Pengembangan Pertanian Organik di Tengah Tantangan Perubahan Iklim

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Perubahan iklim yang tengah kita alami berdampak signifikan terhadap pertanian dan kehidupan petani. Perubahan iklim membuat cuaca tidak menentu, terjadi kekeringan panjang dan banjir, serta berbagai dampak yang sulit diprediksi berpengaruh signifikan terhadap usaha tani. Dampaknya tidak terbatas pada hasil panen serta penghidupan rumah tangga petani, tetapi juga secara luas pada ketersediaan dan ketahanan pangan komunitas. Ditambah lagi, sistem pasar dan guncangan yang kerap kali timbul amat mempengaruhi perencanaan usaha dan keuntungan petani. Di tengah tantangan sedemikian rupa, petani tetap memainkan peran penting menyediakan makanan bagi penduduk dunia.

Pada hari Kamis, 30 Januari 2025, dilaksanakan pertemuan dengan tajuk Sarasehan Petani Organik Lampung Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim di Pendapa Asilo Hermelink. Kegiatan yang diorganisir oleh Asosiasi Petani Organik Lampung (APOL) dan Laudato Si’ Lampung ini diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat serta pemerintah yang bergiat di seputar pertanian organik.

Baca Juga:  Nicolas Rengade: Penziarah Kursi Roda Penuh Sukacita

Sarasehan perdana ini mempertemukan petani organik dari berbagai daerah seperti Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Barat, Lampung Utara, Pesawaran dan Tanggamus.

Hadir pula pelaku bisnis produk organik, perwakilan pemerintah (Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan), Komisi II DPRD Provinsi Lampung, dosen dan mahasiswa (Universitas Lampung), Masyarakat Petani dan Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA) cabang Lampung, Yayasan Pembinaan Sosial Katholik, wirausahawan pangan skala kecil dan menengah, serta organisasi masyarakat sipil (Aliansi Organis Indonesia).

Didampingi Sr. Vincentia dan Pastor Totok, kegiatan berlangsung sejak pukul 8 hingga 4 sore dan terbagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama dipantik oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi dari Aliansi Organis Indonesia. Pada sesi kedua, para peserta terlibat dalam diskusi kelompok terarah untuk mengeksplorasi berbagai peluang, tantangan, dan dukungan yang diperlukan untuk mengembangkan pertanian organik di Lampung. Acara ditutup dengan pembacaan deklarasi “Sarasehan APOL Menanggapi Perubahan Iklim”.

Baca Juga:  Prof. Al Makin: Keragaman Kita Harus Disyukuri dan Dikembangkan Terus

Para peserta berharap sarasehan perdana ini dapat menjadi momentum untuk membangun ekosistem pertanian yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Hasil diskusi kelompok antara lain menggarisbawahi pentingnya kebijakan untuk mengorkestrasi dukungan kelembagaan pemerintah dalam menciptakan ekosistem pertanian organik di hulu maupun hilir. Selain itu, forum komunikasi reguler juga diharapkan dapat berjalan kontinyu sebagai sarana belajar dan pengembangan kerjasama antara para pelaku, baik petani, produsen input, unit usaha pengolahan pangan, maupun konsumen. Pengembangan pertanian organik di Lampung diharapkan mampu mewujudkan pertanian yang tidak hanya menjamin ketersediaan pangan tetapi juga sekaligus memulihkan dan merawat lingkungan.

Gereja memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan pertanian organik di tengah tantangan perubahan iklim. Melalui edukasi, program, dukungan finansial, advokasi, dan pemberdayaan masyarakat, gereja dapat berkontribusi dalam membangun sistem pertanian yang berkelanjutan dan tahan terhadap perubahan iklim.

Baca Juga:  Sambutan Hangat Dua Sahabat di Hari Raya Idul Fitri

Salam Laudato Si’!

Fransiska Triwati Indah Suwarni, Animator Laudato Si’ Indonesia Chapter Lampung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles