HIDUPKATOLIK.COM – Dewasa ini, bicara tentang narkoba dan judi online agaknya merupakan dua ancaman besar yang dapat merusak kehidupan individu dan masyarakat. Bahkan mirisnya tanpa mengenal batasan usia. Kedua hal ini tidak hanya membahayakan kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat menghancurkan hubungan sosial, merusak moral, dan menimbulkan masalah hukum. Penggunaan narkoba dapat menyebabkan ketergantungan, gangguan jiwa, dan kerusakan organ tubuh, sementara judi online sering kali memicu kecanduan yang membawa seseorang ke dalam siklus kerugian finansial yang tak terhindarkan. Masyarakat, dalam hal ini bahkan peserta didik dirasa perlu menyadari betapa seriusnya dampak dari kedua masalah ini, sehingga dapat mencegah dan mengatasi penyebarannya dengan tindakan yang tegas dan bijak.
Kekhawatiran terhadap peserta didik SMP yang terpengaruh narkoba dan judi online semakin meningkat, mengingat usia remaja yang rentan terhadap godaan dan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar. Pada usia ini, mereka sedang mencari jati diri dan sering kali terjebak dalam pergaulan yang salah, sehingga mudah terpapar pada bahaya narkoba yang dapat merusak kesehatan fisik dan mental mereka. Begitu pula dengan judi online, yang sering kali disamakan dengan hiburan, padahal dapat mengarah pada kecanduan yang mempengaruhi prestasi belajar, hubungan sosial, dan kestabilan emosional. Keprihatinan ini semakin mendalam karena banyak dari mereka yang belum sepenuhnya memahami dampak buruk dari kedua hal tersebut, yang bisa menghancurkan masa depan mereka jika tidak segera ditangani dengan serius.

Dilatar belakangai dengan adanya keprihatinan tersebut, maka pada Selasa, 18 Februari 2025, SMP Tarakanita 1 mengadakan seminar bertajuk Bahaya narkoba dan Judi Online dengan mengundang pihak kepoilisian dari Polres Jakarta Selatan. Hadir sebagai narasumber AKP Agus Tohidin Nawa selaku Kanit Bintibsos, didampingi Ipda Andri Kristanto (Kanit Binkamsa), Aipda Togi Folwer (Banit Satbinmas), Briptu Mahesa Agung (Banit Satbinmas), dan seorang mahasiswa mengajar dari jurusan Ilmu Komunikasi yang akrab dipanggil kak Fajrin.
Seminar tentang bahaya narkoba dan judi online berlangsung dengan antusias dari peserta didik kelas 7 dan kelas 8 SMP Tarakanita 1. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung 2 jam ini, akhirnya diberikan perpanjangan waktu mengingat antusias peserta didik yang memiliki banyak pertanyaan yang diajukan kepada narasumber yang hadir.
Dalam paparannya AKP Agus dan Fajrin menyampaikan bahwa Proses hukum terhadap remaja yang terlibat dalam narkoba dan judi online dapat dimulai dengan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwajib, di mana mereka akan memeriksa bukti-bukti yang ada, termasuk hasil tes urine atau laporan transaksi judi online. Jika terbukti terlibat, remaja tersebut bisa menghadapi proses hukum yang berbeda tergantung pada usia dan peraturan yang berlaku di wilayahnya. Untuk narkoba, hukum Indonesia memberikan sanksi yang berat, seperti pidana penjara yang bisa mencapai beberapa tahun, bahkan hukuman mati dalam kasus yang sangat serius. Sementara untuk judi online, meskipun remaja biasanya tidak dikenakan hukuman penjara yang berat, mereka tetap bisa dijerat dengan sanksi hukum berupa denda atau pidana penjara ringan. Selain hukuman pidana, mereka juga bisa menghadapi konsekuensi sosial, seperti stigma negatif dari masyarakat dan gangguan psikologis. Oleh karena itu, penting bagi orang tua, guru, dan masyarakat untuk mengedukasi remaja tentang dampak buruk dari narkoba dan judi online serta menumbuhkan kesadaran hukum agar mereka tidak terjerumus lebih dalam.
Kepala SMP Tarakanita 1, Emaculata Catur Tuhu dalam sambutan pembuka acara mengatakan bahwa, kegiatan seminar bahaya narkoba dan judi online ini merupakan program sekolah yang akan rutin diadakan dalam rangka memberikan edukasi dan kesadaran pada peserta didik di SMP Tarakanita 1 akan bahaya narkoba dan judi online. “Dengan mengikuti kegiatan ini,semoga anak-anak berani bilang tidak pada narkoba dan juga memahami bahwa mereka juga harus selektif dalam memilih games yang akan mereka mainkan, mengingat kecanggihan teknologi sekarang ini membuat anak-anak juga tertarik pada games online,” ujar Bu Ema.

Kegiatan seminar bahaya narkoba dan judi online ini, juga melibatkan Forum Komunikasi dan Kerjasama Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat (FKKSKM) SMP Tarakanita 1. Turut hadir dalam acara tersebut, ketua FKKSKM, Rotua Debora Gultom . Sebagai orang tua, Debora mengatakan bahwa mereka berharap anak-anak mereka dapat lebih sadar dan paham mengenai dampak buruk narkoba dan judi online , serta mampu menanggapi dengan bijak godaan yang mungkin datang di lingkungan pergaulan. Orangtua menginginkan anak mereka tidak hanya menghindari narkoba dan judi online, tetapi juga bisa menjadi agen perubahan di sekitar mereka, mengingatkan teman-teman sebaya tentang bahaya yang mengintai. Selain itu, orangtua berharap seminar tersebut bisa memberikan wawasan yang lebih luas mengenai cara-cara melindungi diri dari risiko tersebut, sekaligus memperkuat karakter anak agar mampu membuat keputusan yang tepat dalam menghadapi situasi yang penuh tekanan. Dengan begitu, anak-anak mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, bertanggung jawab, cerdas dan berintegritas sejalan dengan nilai-nilai ke Tarakanita an yang terus dihidupi di SMP Tarakanita 1. “ Semoga yaa, anak-anak yang terus mendapatkan edukasi tentang bahaya narkoba dan judi online ini, mereka menjadi sadar dan bisa menghindari sehingga mereka juga bisa mencetak prestasi yang mengharumkan nama keluarga juga SMP Tarakanita 1,” kata Debora penuh harap.
Bak gayung bersambut, Calista peserta didik kelas 7 SMP Tarakanita 1 ketika ditemui penulis memberikan kesan positif mengenai acara seminar tentang bahaya narkoba dan judi online yang telah diikuti. “Acaranya bagus ya, kita jadi dapat pengetahuan tentang bahaya narkoba dan judi online langsung dari ahlinya yaitu pihak kepolisian, juga sharing dari Kak Fajrin sebagai mahasiswa mudah kita pahami, semoga kami bisa jadi peserta didik yang membanggakan orangtua,lingkungan sekitar juga SMP Tarakanita 1 tercinta ini ya, daripada terlibat narkoba dan judol mending kita cetak prestasi aja yaa kan,” ucap Calista Penuh semangat.
“Teruskanlah karyamu,Tuhan akan memberkati dasar-dasar yang telah dibangun” (EG 75)
Laporan Riska Irene Simatupang